Tanda merupakan sesuatu yang mewakili atau merepresentasikan keadaan atau kondisi atau kualitas tertentu. Di dalam kehidupan banyak sekali tanda yang berlaku:
- Tanda gerak/isyarat, contohnya: gestur tubuh atau ekspresi wajah
- Tanda bunyi/suara, contohnya: bunyi telepon, suara burung
- Tanda tulisan, contohnya: huruf dan angka
- Tanda gambar, contohnya: rambu-rambut lalu lintas, logo perusahaan/produk
Ada beberapa cara untuk memaknai tanda, yaitu secara:
- Diadik (yang dilandasi oleh pemikiran Ferdinand de Saussure), berpikir kalau tanda adalah universal, langsung mengutarakan arti yang bisa interpretasikan. Yaitu terdiri dari dua hal: pertanda (obyek atau bentuk tandanya) dan penanda (makna).
- Triadik (dilandasi oleh pemikiran Charles Sanders Peirce), Pierce memperbaiki pemikiran Diadik milik Ferdinand de Saussure. Menurut Peirce, tanda adalah sesuatu yang memiliki makna bagi seseorang tergantung dari latar belakang orang tersebut. Dan tanda bisa dimaknai secara acak.
Jenis-jenis tanda menurut Peirce:
1. Ikon: tanda yang memiliki persamaan dengan obyek yang diwakilinya
![]() |
| sumber: destinationluxury.com |
Tanpa sebuah latar belakang. Maka dapat disimpulkan bahwa iklan jam tangan tersebut memperlihatkan dua hal: jam tangan dan seorang perempuan. Tapi, dengan adanya sebuah latar belakang, pemirsa tahu, kalau perempuan itu adalah bintang film, Cameron Diaz.
Ada dua visual yang dapat mewakili sebuah benda:
1. Ilustratif: secara desain menjelaskan bentuk obyeknya.
2. Diagram: mengalami stilasi (penyederhanaan)
2. Indeks: tanda yang memberi petunjuk atau tanda yang mempunyai hubungan sebab-akibat dengan obyek. Contohnya: saat melihat ikon mobil dan api, bisa diketahui kalau ikon-ikon tersebut merujuk pada peristiwa adanya kebakaran.
3. Simbol: tanda yang tidak memiliki hubungan dengan obyeknya tapi dimengeri karena adanya kesepakatan. Contohnya: rambu-rambu lalu lintas/lampu lalu lintas.
Nah, bagaimana tanpa dapat teraplikasi dalam dunia sekitar kita? Tanda sesungguhnya banyak digunakan dalam hal visual lho. Contohnya dalam sebuah film:
Bercerita tentang operasi sebuah agen mata-mata super rahasia yang merekrut pemuda-pemudi sebagai salah satu kru baru mereka. Setelah meninggalnya Lancelot terakhir dalam sebuah operasi rahasia, mereka perlu sebuah anggota baru. Galahad yang merupakan salah satu agen kepercayaan Arthur akhirnya memilih Garry "Eggsy" Unwin untuk menjadi calon anggota asuhannya. Sementara Richard Valentine, sang kriminal yang mumpuni IT, merencanakan sebuah terminasi massal untuk membunuh sejumlah umat manusia guna melindungi bumi. Galahad dan Eggsy bersama-sama harus melacak dalang dari semua kekacauan, senjata hebat-hebat itu, dan menghentikan rencana jahatnya.
Tanda di dalam Film Kingsman: The Secret Service
Dari penjabaran perihal tanda di postingan sebelumnya, dalam disimak kalau di dalam film pun digunakan penerapan tanda yang sangat kontras. Mulai dari pendeskripsian gerak-gerik (gestur) dan ekspresi wajah secara visual, tanda yang digunakan film pun meliputi juga indra pendengaran alias audio. Contohnya di dalam salah satu adegan dalam Kingsman: The Secret Service:
Adegan di pub (menit ke: 12:40)
Ikon Visual:
1. Dua gelas kaca berisi cairan kuning
2. Seorang laki-laki berkumis
3. Dua orang laki-laki berjaket hitam
4. Empat lampu
5. Pilar
6. Botol-botol berlabel
7. Lukisan di dinding
8. Meja kayu
Indeks Visual:
1. Mereka sedang berada di bar
2. Ada seorang bapak pemilik bar (seorang laki-laki berdiri di balik konter)
3. Mereka minum bir
4. Laki-laki di sebelah kiri (depan) adalah orang Afro-Amerika
5. Laki-laki di sebelah kanan (depan) adalah orang Kaukasian.
6. Cuacanya sedang dingin (karena keduanya mengenakan jaket)
7. Kedua laki-laki itu sedang beradu pendapat (dari gestur mereka)
Ikon Audio:
Dua orang laki-laki sedang berbicara
Indeks Audio:
Laki-laki Kaukasian di sebelah kanan sedang membanggakan diri (terdengar dari intonasi bicaranya)
Indeks Visual: Mereka akhirnya sepakat (dari tangan yang sedang tos dan wajah yang berseri-seri)
Ikon Audio: Suara tawa
Indeks Audio: Mereka berhasil mengelabui orang di hadapan mereka
Ikon Visual:
1. Dua orang laki-laki
2. Topi
3. Jaket
4. Kayu
5. Wallpaper
Indeks Visual:
1. Mereka sedang berada di dalam ruangan
2. Laki-laki yang di depan lebih muda (terlihat dari gaya berpakaiannya)
3. Di belakangnya laki-laki yang lebih tua
Ikon Audio:
1. Suara laki-laki berjaket
2. Suara tawa
3. Suara laki-laki berjaket penuh penekanan
Indeks Audio:
1. Laki-laki berjaket itu berusaha untuk tetap tenang
2. Laki-laki berjaket itu diliputi dendam setelah teman-temannya menertawakannya
Ikon Visual:
1.Empat orang laki-laki
2. Gelas kaca
3. Meja kayu
4. Tirai
5. Jendela
6. Kursi kayu
7. Telunjuk
8. Jaket berwarna putih dengan garis hitam di lengan
Indeks Visual:
1. Telunjuk itu menantang laki-laki berjaket putih
2. Keempat orang itu sedang berbicara
3. Laki-laki berjaket putih merasa telah disinggung (setelah ditunjuk)
4. Senja hari (terlihat dari cahaya yang menembus di tirai)
Ikon Audio:
Suara laki-laki dengan nada tanya
Indeks Audio:
Laki-laki itu mempertanyakan keberanian temannya (terdengar dari nada tanya yang dilontarkan)
Indeks Visual:
Laki-laki berjaket putih merasa tersinggung (terlihat dari ekspresi wajahnya yang berkerut kesal dan gesturnya)
Ikon Audio:
1. Suara teriakan laki-laki
2. Bunyi terompet dan aransemen musik mengeras
Indeks Audio:
1. Laki-laki berjaket putih sedang menantang
2. Suasana sedang menegang (terdengar dari bunyi insturmen latar yang tiba-tiba mengeras dengan tempo perlahan)
1.Empat orang laki-laki
2. Gelas kaca
3. Meja kayu
4. Tirai
5. Jendela
6. Kursi kayu
7. Telunjuk
8. Jaket berwarna putih dengan garis hitam di lengan
Indeks Visual:
1. Telunjuk itu menantang laki-laki berjaket putih
2. Keempat orang itu sedang berbicara
3. Laki-laki berjaket putih merasa telah disinggung (setelah ditunjuk)
4. Senja hari (terlihat dari cahaya yang menembus di tirai)
Ikon Audio:
Suara laki-laki dengan nada tanya
Indeks Audio:
Laki-laki itu mempertanyakan keberanian temannya (terdengar dari nada tanya yang dilontarkan)
Indeks Visual:
Laki-laki berjaket putih merasa tersinggung (terlihat dari ekspresi wajahnya yang berkerut kesal dan gesturnya)
Ikon Audio:
1. Suara teriakan laki-laki
2. Bunyi terompet dan aransemen musik mengeras
Indeks Audio:
1. Laki-laki berjaket putih sedang menantang
2. Suasana sedang menegang (terdengar dari bunyi insturmen latar yang tiba-tiba mengeras dengan tempo perlahan)
Ikon Visual:
1. Dua orang laki-laki Kaukasian
2. Satu orang laki-laki Afro-Amerika
3. Jaket gelap, lengan abu
4. Jaket putih, lengan garis hitam
5. Lukisan atau foto
6. Wallpaper
7. Papan dart (dartboard)
Indeks Visual:
1. Laki-laki berjaket ptuih sedang menantang (dari posisi kepalanya yang menjurus ke depan)
2. Mereka sedang berada di dalam ruangan
3. Laki-laki berjaket sedikit meremehkan (dari tatapannya yang menyipit)
Ikon Audio:
1. Laki-laki berjaket gelap berkata dengan nada santai
2. Bunyi aransemen latar belakang berangsur mengecil
Indeks Audio:
1. Laki-laki berjaket gelap enggan mencari keributan (dari nada bicaranya yang mencoba untuk santai)
2. Situasi genting sudah teratasi (terdengar dari bunyi terompet dan aransemen menegangkan yang mereda)
Jadi, seberapa pentingnya ikon, indeks, dan simbol dalam film?
Jawabannya sangat penting. Karena dengan adanya sistem tanda tersebut penonton menjadi bisa mengerti situasi yang terjadi di dalam film. Selain itu, dengan diberlakukannya tiga hal tersebut durasi film pun menjadi lebih singkat. Penulis skripnya jadi tidak perlu menjelaskan segala sesuatunya secara literal. Cukup menyelipkan ikon-ikon atau simbol-simbol tertentu, penonton langsung bisa menelusuri indeks yang terlihat atau pun terdengar menjadi sebuah kesimpulan lain. Dengan begitu jalan cerita pun menjadi lebih hidup di benak para penontonnya.
1. Dua orang laki-laki Kaukasian
2. Satu orang laki-laki Afro-Amerika
3. Jaket gelap, lengan abu
4. Jaket putih, lengan garis hitam
5. Lukisan atau foto
6. Wallpaper
7. Papan dart (dartboard)
Indeks Visual:
1. Laki-laki berjaket ptuih sedang menantang (dari posisi kepalanya yang menjurus ke depan)
2. Mereka sedang berada di dalam ruangan
3. Laki-laki berjaket sedikit meremehkan (dari tatapannya yang menyipit)
Ikon Audio:
1. Laki-laki berjaket gelap berkata dengan nada santai
2. Bunyi aransemen latar belakang berangsur mengecil
Indeks Audio:
1. Laki-laki berjaket gelap enggan mencari keributan (dari nada bicaranya yang mencoba untuk santai)
2. Situasi genting sudah teratasi (terdengar dari bunyi terompet dan aransemen menegangkan yang mereda)
Jawabannya sangat penting. Karena dengan adanya sistem tanda tersebut penonton menjadi bisa mengerti situasi yang terjadi di dalam film. Selain itu, dengan diberlakukannya tiga hal tersebut durasi film pun menjadi lebih singkat. Penulis skripnya jadi tidak perlu menjelaskan segala sesuatunya secara literal. Cukup menyelipkan ikon-ikon atau simbol-simbol tertentu, penonton langsung bisa menelusuri indeks yang terlihat atau pun terdengar menjadi sebuah kesimpulan lain. Dengan begitu jalan cerita pun menjadi lebih hidup di benak para penontonnya.
Sumber:
Catatan Perkuliahan Studi Budaya
Instutit Teknologi Harapan Bangsa
25 Januari 2015 & 2 Februari 2015











untuk menuliskan index, kalimatnya harus jelas : misal 'gelas bir di hadapan mereka menandakan mereka sedang minum bir', atau 'cairan kekuningan dan berbuih dalam gelas menandakan bahwa itu bir, gelas yang dipakai pun adalah gelas bir.
BalasHapusSimbol memang nggak ada? Elemen visual garis tiga pada jaket adalah simbol adidas.